Selasa, 02 Mei 2017

Carut Marut Proyek Spam Ikk Way Tenong Lampung Barat

LAMBAR-Proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) IKK Way Tenong dimaksudkan untuk meningkatkan pasokan air bersih untuk wilayah kecamatan Way Tenong Kabupaten Lampung Barat dan sekitarnya,yang menelan dana kurang lebih 36 milyard bersumber dari pendanaan APBN tahun 2016 terkesan carut marut,ketidak matangan perencanaan tersebut di mulai dari proyek itu tidak sesuai dengan SITE PLANE awal,dimana jelas sumber airnya dari gunung di wilayah Way Tenong sehingga dinamai Proyeknya SPAM IKK WAY TENONG.akan tetapi secara tiba-tiba di lakukan pemindahan sumber air ke gunung sekincau,
Seperti yang di sampaikan salah seorang tokoh masyarakat pekon tiga Jaya kecamatan Sekincau Nehru,sebenarnya Proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) IKK Way Tenong dimaksudkan untuk meningkatkan pasokan air bersih untuk wilayah kecamatan Way Tenong,dimana fasilitas yang ada saat ini sudah tidak memadai lagi untuk mengimbangi kebutuhan yang terus meningkat. Keberadaan proyek ini diharapkan untuk memastikan tersedianya pasokan air bersih olahan yang berkualitas dan layak konsumsi bagi masyarakat.
Akan tetapi dengan adanya pemindahan ini kami masyarakat merasa di rugikan,karena jangan kan untuk memenuhi kebutuhan pasokan air untuk kecamatan sekincau dan way tenong untuk kecamatan sekincau saja masih kekurangan pasokan,karena sampai saat ini untuk wilayah sekincau sendiri telah berpelangan tetap tak kurang dari 4000 KWH meter terpasang.sementara untuk sumber air awal sesuai site plan di gunung subhan jauh lebih melimpah ruah di bandigkan dengan sumber air dari gunung sekincau.oleh sebab itu kami masyarakat sekincau khususnya pekon tiga jaya menolak keras pemindahan sumber air  SPAM IKK Way Tenong ini. semestinya Pembangunan Baru SPAM IKK Way Tenong sumber airnya dari Gunung Subhan sesuai dengan Proposal pengajuan awal ke pusat .Namun Tanpa Kordinasi yang Jelas, Dinas Pekerjaan umum mengambil kebijakan tersendiri dengan cara mengambil sumber air bersih dari wilayah gunung Sekincau.
Sementara itu Zohari tim investigasi Lembaga Swdaya Masyrakat Transparansi Kebijakan Daerah Republik Indonesia,mengatakan itu dari segi dampak pemindahan sumber air sudah jelas,ini di per parah lagi dengan dengan keadaan pipa  yang di duga tidak sesuai spek alias pipa kw,galian pipa yang hanya kurang lebih 60 cm,untuk lapisan pasir hanya 1 cm yang harusnya tidak kurang dari  5 cm ,untuk lapisann pasir atas malah tidak sama sekali,apa lagi untuk di lakukan pemadatan lapisan pasir atas dan urukan,ada juga pisa besi yang ada di bahu jalaan tidak di tanam sama sekali,sehingga menggangu bahkan kalau ada pelebaran jalan apa pipanya harus di pindahkan  lagi ujarnya,untuk proyek SPAM ini izin amdalnya perlu di pertanyakan ada atau tidak mengingat hulunya masuk dalam hutan kawasn. kami meminta dinas PU selaku pengawas program jangan tutup mata dengan permasalahn ini,jangan sampai bantuan dari pusat ini kelaknya jadi mubazir, temuan dan keluhan masyarakat ini akan kami tindak lanjuti dan akan kami buat laporan resmi ke  penegak hukum sampai ke tingkat atas,tutupnya.
Anggota DPRD kabupaten Lampung barat,Ismun Zani,S.ip ketika di minta komentarnya mengatakan kewenangan kami selaku anggota DPRD Sangat Terbatas Dalam Dalam Hal Menyikapi Permasalahan Yang Ada Pada Proyek Pembangunan Infrastruktur yang bersumber dari angaran dana APBN ,hanya saja kami menghimbau kalau pun benar apa yang di keluhkan masyarakat,dan hasil temuan rekan-rekan media dan lsm, Pemkab mau pun Dinas terkait,harus menghentikan sementara pekerjaan tersebut sampai di temukan titik temu dan jalan keluar yang tidak  merugikan semua pihak,(Irw)
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar