Minggu, 28 Mei 2017

Bupati Nunik Bekali 138 Pendamping PKH

Lampung Timur - Bupati Lampung Timur, Chusnunia memberikan sambutan sekaligus pembekalan pada Acara Rapat Koordinasi Kabupaten Program Keluarga Harapan (PKH) di Aula Sekretariat Pemda Lampung Timur, Rabu (24/05/2017).

Kegiatan yang terselenggara atas prakarsa Koordinator Wilayah PKH Provinsi Lampung 2 dengan Dinas Sosial Kabupaten Lampung Timur, dihadiri pula oleh Kepala Dinas Sosial, M. Mahmud Yunus, SKM, M.MKM., Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial, Drs. Yusro, Kasi Perlindungan dan Jaminan Sosial Keluarga, Sukamto dan Slamet Riyadi, S.IP., M.IP, sekalu Koordinator Wilayah PKH Provinsi Lampung 2.

Program Keluarga Harapan adalah program perlindungan sosial yang memberikan bantuan uang tunai kepada Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM) dengan syarat dapat memenuhi kewajiban terkait pendidikan dan kesehatan, dengan tujuan untuk mengurangi angka kemiskinan dan memutus rantai kemiskinan antar generasi, meningkatkan kualitas sumberdaya manusia, serta mengubah perilaku yang kurang mendukung bagi peningkatan kesejahteraan.

Pada pembekalan dihadapan para pendamping PKH yang berjumlah 138 orang tersebut, Chusnunia menyampaikan bahwa di Lampung Timur mempunyai beragama pekerjaan rumah dan persoalan yang terlalu beragam, sehingga dalam menanganinya perlu adanya skala prioritas.

“Saya mencoba menempatkan keluarga kita yang butuh bantuan sosial ini sebagai prioritas utama. Kalau yang sudah mandiri, saya kira berjalan sendiri secara ekonomi dan sebagainya tanpa ada support dari pemerintah daerah sudah bisa jalan sendiri. Tapi kalau warga kita yang masuk di kategori butuh bantuan sosial ini, itu memang harus ada pendampingan yang total.,” ungkap Chusnunia.

Berkaitan dengan telah berubahnya Pendampingan PKH menjadi Pendampigan Sosial, Chusnunia menekankan kepada para pendamping bahwa tantangan yang dihadapi akan semakin kompleks.

“Karena Pendampingan Sosial itu lebih umum, maka kemampuan sosial kawan kawan juga ditantang untuk lebih banyak. Artinya tidak sekedar melakukan pendataan dan sebagainya yang sifatnya berbau data data. Tapi kalau Pendamping Sosial justeru lebih luas dari itu,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Chusnunia juga mengajak kepada para peserta untuk segera mengubah pola pikir tentang makna bekerja, agar tidak hanya berkutat pada hal hal yang sifatnya berkaitan dengan berseragam dan berkantor semata atau menjadi karyawan, tetapi lebih mengajak kepada prilaku prilaku yang bersifat produktif.

Lebih lanjut Chusnunia menyampaikan bahwa pemimpin di daerah hendaknya dapat selalu menyesuaikan dengan persoalan persoalan yang berkembang dan juga selalau hadir pada saat ada persoalan.

“Begitu juga pimpinan disuatu daerah, kalau tidak menyesuaikan dengan perubahan itu sendiri maka bermaslaah. Kita tentunya menginginkan pemimpin di daerah ini, tidak hanya ada namanya saja tapi tidak hadir di persoalan persoalan yang ada,”tegas Bupati Lampung Timur itu.


Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar