Minggu, 14 Mei 2017

Badan KB-PP Tanggamus Target Wujudkan Kampung KB

Tanggamus- Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan Tanggamus saat ini menjalankan sosialisasi KB di Pekon-pekon miskin ditiap Kecamatan. Dan menargetkan akan ada Kampung KB ditiap-tiap Kecamatan di Kabupaten setempat .

Menurut Kepala BKBPP Tanggamus Edison, sekarang ini seluruh pegawainya sedang lakukan sosialisasi keliling ke kecamatan-kecamatan. Di tiap kecamatan menyasar ke pekon-pekon yang termasuk miskin. 

"Kami ingin selesaikan masalah kemiskinan masyarakat salah satunya dengan solusi ikuti program KB. Harapannya masalah mereka bisa teratasi dengan ikut program KB," katanya, Jumat (12/5).

Selanjutnya Edison menambahkan, kemiskinan dalam hal ini memiliki arti luas, seperti kondisi masyarakatnya yang benar-benar miskin, lalu minimnya infrastruktur di sana, dan juga minimnya pembangunan bidang-bidang lainnya. 

"Kondisi yang miskin dan kurang itulah yang harus diatasi, salah satunya dengan bidang KB. Sebab latarbelakang dan dampak akibat kemiskinan yang terkena adalah manusia. Maka dengan KB dampak itu tidak terlalu membebani mereka," terang Edison. 

Sebenarnya, lanjut Edison, semua persoalan yang dialami manusia itu karena manusia itu sendiri. Seperti kemiskinan materi, hal itu akibat pendapatan dengan pengeluaran tidak sebanding. 

"Sebaiknya masyarakat sadar diri, apabila pendapatan pas-pasan maka ikut KB. Itu bisa kurangi pengeluaran karena biaya untuk kebutuhan anak jadi berkurang. Sehingga bisa miliki dana lebih dari sisipan pendapatan yang didapat," ujarnya.  

Kemudian persoalan lain, terangnya, seperti persaingan hidup dalam hal lapangan pekerjaan. Jika penduduk berkembang berpesat sedangkan jumlah lapangan kerja tidak sebanding, yang timbul angka pengangguran tinggi. Akhirnya demi mencukupi kebutuhan hidup melakukan tindak kriminal, maka sudah muncul masalah hukum. Lalu muncullah kerawanan di suatu daerah dan dampaknya investasi pun turun, akibatnya tidak ada pertumbuhan ekonomi di daerah tersebut.

"selain itu dari sektor lingkungan, tingginya pertumbuhan penduduk memicu menurunnya kualitas lingkungan. Sebab setiap manusia pasti akan menghasilkan sampah yang yang mencemari lingkungan. Semakin banyak populasi penduduk pencemaran juga meningkatkan. Lalu sumber penyakit semakin mudah menyebar, timbulah persoalan kesehatan yang akan terkait dengan minim dan tingginya biaya kesehatan," ungkap Edison. 

Kemudian, tambahnya, kebutuhan lahan hunian juga meningkat maka yang timbul lahan pertanian, perkebunan, peternakan akan berkurang. Akibatnya harus ada lahan baru dan yang jadi sasaran untuk lahan usaha yang hilang. Akhirnya hutan diubah jadi lahan ekonomis bahkan untuk lahan hunian. Dampak yang muncul kemudian bencana alam, seperti banjir, tanah longsor. 

"Jadi makin tingginya masyarakat ikut KB akan mencegah berbagai masalah yang akan mengancam. Untuk itu sosialisasi melibatkan berbagai instansi setingkat kecamatan seperti UPT pendidikan, kesehatan, keamanan, PU, kependudukan, pihak kecamatan sendiri dan lainnya," terang Edison. 

Ia berharap akan ada 20 Kampung KB di tiap kecamatan, sebagai contoh yang nantinya ditiru pekon lain. Sehingga berbagai masalah yang akan muncul nantinya bisa dihindari sejak sekarang. 

"Di Tanggamus sudah ada Kampung KB yang bisa dicontoh yakni Pekon Balak, Kecamatan Wonosobo pada tahun lalu. Dan rencananya Pekon Purwodadi Kecamatan Gisting akan diikutkan dalam lomba KB tingkat provinsi pada tahun ini," tutup Edison.  (Ham). 


Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar