Minggu, 28 Mei 2017

Akhir 2017, Pembangunan Ruang Terbuka Hijau Muara Indah Rampung

Tanggamus- Pembangunan Ruang Terbuka Hijau Muara Indah sudah berlangsung 50 persen. Diperkirakan pembangunan bisa selesai sampai akhir tahun ini. 

Menurut Imo, salah satu pekerja, pembangunan ruang terbuka hijau ini melibatkan 30 pekerja mereka terdiri  tukang dan buruh bangunan, dan pekerja atap rangka baja. Pekerjaan sudah berlangsung sejak tiga bulan lalu.  Kemudian waktu pekerjaan siang malam disesuaikan dengan kondisi. "Kalau kerjanya malam waktu buat tanggul laut, itu ditentukan kapan airnya surut, kalau surutnya malam, ya malam itu kerjanya," ujarnya, Kamis (25/5)

Ia mengaku untuk pengejaan talud laut memakan waktu dua pekan. Talud tersebut memanjang sekitar 300 meter dari ujung timur ke barat. Kemudian di sisi tengah didesain menjorok ke laut sepanjang lima, lebar sepuluh meter dengan bentuk setengah lingkaran. Sedangkan tinggi talud sekitar 1,5 meter dari permukaan pantai. Adanya talud sebagai langkah menghindari abrasi laut sebab sudah resiko jika membuat bangunan di pantai pasti terkena abrasi. 

Dengan adanya talud ini nantinya pengunjung Muara Indah tidak bisa langsung masuk ke laut karena antara darat dan laut terhalang talud. Dengan desain ini maka konsep Muara Indah bukan tempat rekreasi pantai melainkan taman terbuka di pantai. Hal ini tidak masalah demi menghindari abrasi pantai yang tiap tahun pasti memakan daratan. Kemudian melihat lokasi ini pun sering terjadi rob apabila air laut pasang. Maka demi menghindari semua diputuskanlah adanya talud. 

Imo mengaku, kendala lainnya dalam pembangunan Muara Indah adalah bentuk bangunan banyak berbentuk  melingkar, seperti untuk taman dan gazebo. Kondisi tersebut memerlukan kesabaran sebab setiap jarak sudah harus dilekukan. Ini berbeda apabila bangunan berbentuk persegi maka tinggal membuat garis lurus saja. "Kalau kendala lainnya tidak ada, ya cuma bentuk-bentuknya yang lingkaran saja, agak hati-hati membuatnya," terang Imo. 

Kondisi di lapangan ada enam bangunan berupa rumah-rumahan kecil berukuran 4x4 meter sampai 8x10 meter. Kemudian sisanya berupa bakal taman tempat tanaman hidup dan rencana jalur jalan kaki, serta lokasi lapang yang nantinya dimanfaatkan untuk berbagai sarana. Bakal taman dibuat agak lebar ditujukan untuk lokasi pohon serta tanaman hias. "Kalau bangunan tidak akan bertambah lagi, cuma masih akan ada dua blok gazebo lagi, tapi sekarang masih tunggu keputusan Dinas PU untuk penentuan titiknya. Kalau pekerjaan lainnya tinggal penyelesaian yang sudah ada dan perataan permukaan tanahnya saja," jelas Imo. 

Lokasi Muara Indah memiliki luas sekitar 800 meter persegi. Rencana pembangunanya sudah serius dibuat sejak 2010 lalu. Kemudian karena berbagi persoalan maka pembangunannya baru bisa dilakukan tahun ini dari rencana awal 2014 lalu. Pembangunannya menelan dana Rp 9,3 miliar, terdiri dari dana Pemprov Lampung yang menyumbang Rp 4,8 miliar, Pemkab Tanggamus Rp 2,2 miliar, dan Kementerian Kelautan Perikanan Rp 2 miliar. Target pembangun selesai dalam tahun ini sebagai upaya penataan Kota Agung dan menggali potensi sebagai daerah pesisir yang cocok untuk lokasi wisata. (Ham). 


Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar