Senin, 15 Mei 2017

4.440 Guru Terima Dana TPG

Lampung Tengah - Dana tunjangan profesi guru (TPG) atau sertifikasi untuk triwulan pertama tahun 2017 di Kabupaten Lampung Tengah telah cair, yakni bulan Januari, Februari dan Maret.
Hal ini dikatakan Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Lamteng, A. Helmi, Senin, 15/5/2017. Dia menjelaskan bahwa guru di Lamteng yang mendapatkan tunjangan sertifikasi berjumlah 4.440 guru.
Mereka terdiri dari guru pendidikan anak usia dini (Paud) atau TK, guru sekolah dasar (SD) dan guru sekolah menengah pertama (SMP). "Proses pencairan sudah selesai. Hari ini mulai ditransfer ke rekening masing-masing guru. Kabupaten Lampung Tengah merupakan daerah pertama di Provinsi Lampung yang sudah membayarkan dana TPG triwulan pertama ini," ujar Helmi.
Helmi menambahkan, kucuran dana untuk membayar TPG di Lamteng mencapai Rp52 miliar. "Silahkan dicek masing-masing di rekeningnya. Insya Allah sudah masuk," pungkasnya. Pihaknya berharap sudah cairnya TPG akan memotivasi guru untuk terus mendidik siswa-siswi di Lamteng.
Sementara itu, pihak Badan Pengelola Keuangan dan Aset (BPKAD) Lamteng membenarkan bahwa proses pencairan TPG sudah selesai. "Iya, Jumat (12/5/2017), sudah selesai diproses," ujar Kepala BPKAD Lamteng Madani melalui Kabid Perbendaharaan dan Belanja Pegawai Ricky Augusta.
Sekretaris Karang Taruna Lampung ini menjelaskan, TPG yang dicairkan sebesar Rp52.755.741.000. Rinciannya, untuk 33 guru TK Rp572.445.000. Sementara untuk guru SD sebanyak 3.252 orang, dengan rincian dana Rp39.356.512.700 dan untuk guru SMP 1.132 orang dengan besaran dana Rp12.826.783.300.
Sementara itu, Bupati Lampung Tengah DR. Ir. Mustafa berharap pemberian insentif atau sertifikasi dari pemerintah dapat diimbangi dengan peningkatan kinerja guru. Tak hanya sekedar mengajar, guru diharapkan mampu mendidik siswa menjadi pribadi yang berkarakter, berkualitas dan berprestasi.
"Dalam mengajar, guru harus punya output atau target yang harus dicapai. Jangan sampai nantinya kita hanya berbicara kuantitas, tetapi juga kualitas. Tak hanya menghasilkan banyak lulusan, tetapi bagaimana siswa tersebut mempunyai nilai dan daya saing," pungkasnya.(rls/san/asa)


Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar