Selasa, 23 Mei 2017

2017, Dinas Perikanan Tanggamus Tak Keluarkan Pinjaman

Tanggamus- Dinas Perikanan Tanggamus mengaku pemberian pinjaman ke pembudidaya ikan air tawar di Kecamatan Pugung memang belum ada tahun ini. Itu akan jadi masukan untuk tahun depan.

Menurut Kepala Dinas Perikanan Edi Narimo, mengatakan bahwa, meskipun belum ada program bantuan pinjaman dana, namun pihaknya sudah memberikan bantuan bibit ikan dan bantuan pakan ikan untuk satu bulan. 

"Bantuan itu kami berikan ke lima kelompok salah satunya di Kecamatan Pugung, kalau untuk bantuan jenis lainnya belum ada, nanti tahun depan akan kami usahakan," ujarnya, Senin (22/5).

Kadis Perikanan Kabupaten Tanggamus itupun mengaku memang bantuan belum merata ke semua pembudidaya ikan air tawar di Tanggamus, sebab keterbatasan anggaran. Untuk itu harapannya pembudidaya ikan mas di Pugung bersabar karena harus bergiliran dengan lokasi lainnya. 

"Tahun depan akan kami masukan ke dalam rencana kerja, lalu dimasukan ke rencana kerja dan anggaran (RKA) sampai ke tahap Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Platfom Anggaran Sementara (KUA-PPAS), mudah-mudahan dengan dukungan semua pihak itu bisa diwujudkan," ujar Edi. 

Edi Narimo menambahkan untuk tahun ini bantuan ke pembudidaya ikan air tawar sangat terbatas karena anggaran daerah sangat minim. Hal itu karena sebagian besar anggaran daerah dialihkan ke Alokasi Dana Pekon (ADP) sebagai tambahan Dana Desa. Harapannya pada tahun depan ada anggaran lebih di semua SKPD sehingga bisa membantu masyarakat melalui program bantuan. 

"Kami tetap akan berupaya supaya bantuan ke para pembudidaya ikan bisa diwujudkan tahun depan karena tahun ini sangat terbatas," ujar Edi. 

Dalam hal ini pembudidaya ikan mas di Kecamatan Pugung memang sangat menginginkan adanya bantuan dari pemerintah. Permintaan bantuan mulai dari perbaikan saluran air sebagai sumber air untuk kolam, bantuan bibit, bantuan pakan, bantuan pupuk kolam, bantuan peralatan seperti pompa air dan lainnya, bantuan pinjaman dana, sampai bantuan pasca produksi yakni penjualan. 

Namun dengan kondisi keuangan daerah yang terbatas tidak semua bantuan bisa diwujudkan oleh pemerintah daerah. Dan dari semua permintaan itu, bantuan yang sangat berharga adalah bantuan pakan, namun sayangnya juga jika untuk pakan saja akan habis saat itu, bantuan tidak akan bertahan lama. Untuk itu perlu bantuan yang bisa mengakomodir semua kebutuhan yakni bantuan pinjaman dana. Bantuan ini bisa dimanfaatkan untuk belanja bibit, pakan, pupuk kolam, mengatasi musibah yang sewaktu-waktu terjadi dan juga membantu meringankan kerugian.

Seperti keinginan Hepi, salah satu pembudidaya ikan mas di Pekon Rantau Tijang, Kec. Pugung, mengaku kebutuhan tertinggi adalah untuk pakan. Dalam sehari satu kolam diperlukan antara 30-45 kg pakan jenis pelet. Hal itu akan terasa berat apabila tidak ada dana simpanan karena pembelian pakan tidak bisa utang dan tingkat kebutuhan harus saat itu juga, tidak bisa ditunda karena berimbas pada perkembangan ikan. 

"Kalau ada bantuan pinjaman enak juga, jadi kalau sewaktu-waktu tidak ada dana untuk belanja pakan bisa hutang dulu, nanti bayarnya habis panen," ujarnya. (Ham). 



Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar