Rabu, 03 Mei 2017

2016, Tercatat 74 Kasus Kekerasan Terhadap Jurnalis

JAKARTA - Setidaknya ada 74 kasus kekerasan terhadap jurnalis di tahun 2016. Tetapi, tidak semua dari kasus tersebut yang ditangani oleh Dewan Pers.

"Catatan Aliansi Jurnalis Independen Indonesia, ada 74 kasus kekerasan terhadap jurnalis di tahun 2016. Tapi, hanya empat kasus yang masuk ke Dewan Pers," kata Ketua Dewan Pers, Yosep Adi Prasetyo, dalam konferensi pers World Press Freedom Day (WPFD) 2017 di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (2/5).

Menurut Yosep, ada sejumlah faktor penyebab jumlah laporan yang masuk begitu sedikit. Salah satunya, penyelesaian konflik yang dilakukan secara kekeluargaan. "Apakah diselesaikan di bawah tangan atau jalan damai," katanya. 

Kekerasan terhadap jurnalis, lanjut Yosep, sangat mungkin dipicu oleh ulah wartawan sendiri. Karena itu, dia mendorong agar tiap jurnalis meningkatkan kompetensi yang menunjang pekerjaannya.

"Banyak kekerasan terjadi disebabkan ketidakprofesionalan wartawan. Misalnya, mengancam atau kekerasan lain yang merugikan pihak narasumber. Kami mendorong wartawan untuk memiliki kompetensi. Tidak hanya proses reportase, tapi standar perilakunya juga perlu diperhatikan," jelasnya.

Konferensi Pers itu juga menghadirkan Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara; Asistant Director General UNESCO, Frank La Rue; dan Duta Besar Uni Eropa untuk ASEAN, Fransisco Fontan Pardo.

Rangkaian agenda World Press Freedom Day 2017 berlangsung di JCC sepanjang tanggal 1-4 Mei 2017 dan dihadiri ratusan jurnalis lokal, nasional hingga internasional. (RLS).


Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar