Minggu, 14 Mei 2017

20 Mei, PDIP Lampung Buka Penjaringan

BANDARLAMPUNG - PDIP Lampung membuka pendaftaran penjaringan bakal calon gubernur (bacagub) dan bakal calon wakil gubernur (bacawagub) pada 20 sampai 27 Mei mendatang.

Selain membuka pendaftaran bacagub dan bacawagub, partainya juga membuka pendaftaran buat calon bupati (cabup) dan calon wakil bupati (cawabup) di dua kabupaten secara bersamaan.

Pelaksana harian (Plh) Ketua DPD PDIP Bambang DH, mengungkapkan, pihaknya membuka penjaringan tersebut secara terbuka, baik internal maupun eksternal.

"Kita membuka pendaftaran tanggal 20-27 Mei. Baik Cagub maupun Cawagub," kata Bambang DH, saat menggelar konferensi pers  di Kantor DPD, Minggu (14/5).

Dijelaskannya, untuk pendaftaran bacagub dan bacawagub dilakukan di DPD Provinsi. Sementara, untuk pendaftaran cabup dan bacawabup dilakukan di DPC Kabupaten masing-masing, yakni di DPC Tanggamus dan DPC Lampung Utara (Lampura).

"Pendaftaran di DPD ini bisa melalui tiga pintu. Bisa mendaftar melalui DPC, DPD, atau bisa langsung ke DPP. Dan pendaftaran ini terbuka untuk umum," jelasnya.

lanjutnya, persyaratan untuk mendaftar minimal pendidikan SMA. Disinggung masalah kader PDIP, Bambang menegaskan logikanya tidak ada kader yang tidak potensial.

"Jadi begini keharusan tidak ada,  tapi logikanya jika tidak ada kader sendiri yang mengorbit, tapi ketika didorong diberikan kepercayaan  pasti ada," kata dia.

Utamakan Kader Internal

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Lampung yang notabene memilik suara penuh dikursi legislatif provinsi mengutamakan kader potensial daripada eksternal.
Menurut mantan Walikota Surabaya itu, di internal partai Megawati ini banyak kader potensial untuk dimajukan dalam perhelatan Pemilihan Gubernur (pilgub) 2018 mendatang.

"Sudah banyak kader kita yang sudah jadi Bupati, ini sebelah saya Bupati lambar Mukhlis Basri, ada pak Herman HN. Kita ada 7 bupati  dan 2 wakil bupati di lampung," kata Bambang DH.

Dijelaskannya, karena dengan sudah menjadi kepala daerah di Kabupaten, dipastikan kader PDIP itu sudah ada potensi jika dia ingin melaju ke tingkat provinsi.

"Artinya sudah biasa di kabupaten, otomatis bisa ke Provinsi. Makanya waktu daftar nanti, biasanya ditanya, mencalonkan sebagai gubernur atau wagub," ungkapnya.

Kemudian, kata mantan Plh Ketua DPD PDIP DKI Jakarta itu, setelah para calon mendaftar, maka  nanti akan dilihat dari surveynya.

"Artinya nanti bisa perseorangan disurveynya, atau berpasangan, jadi mana yang paling berpeluang dari survey, itu yang dimajukan," kata dia.

Disinggung dari eksternal, jika akan maju, konsekuensinya seperti apa ketika akan berkoalisi dengan partai berlambang banteng moncong putih itu, Bambang mengaku semua nanti akan diputuskan oleh DPP partai.

"Kan kita tidak bisa menduga, politik itu sangat dinamis. Jadi tergantung DPP," tegasnya. (Cah).


Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar