Bandar Lampung

Technology

Fashion

Recent Posts

3 Petahana Terancam -Ismail Digadang Cukong-

06.02
BANDARALAMPUNG - Tiga petahana pada lima Pilkada di Lampung diprediksi berpeluang besar ditumbangkan penantang. Sedang dua lainnya malah akan menang telak pada kontestasi yang dijadwalkan Februari 2017 mendatang.
Kedua petahana yang diprediksi akan dengan mudah memenangi pilkada guna memepertahankan kursinya yaitu Bupati Tulangbawang Barat, Umar Ahmad dan Bupati Tulangbawang, Hanan A Rozak. Keduanya sepertinya juga tidak akan cerai dan tetap duet dengan wakilnya sekarang.
Kedua petahana ini dikenal dekat dengan Gubernur M. Ridho Ficardo yang juga Ketua DPD Partai Demokrat Lampung. Karena itu, keduanya selain dipastikan mendapat kepercayaan dari Partai Demokrat, sas-sus yang berkembang akan mampu memborong parpol-parpo lainnya.
Sedangkan, ketiga petahana yang posisinya kurang diuntungkan itu adalah Sujadi (Pringsewu), Khamamik (Mesuji) dan Farosil adik kandung Bupati Lampung Barat Mukli Basri. Menurut penanggungawab lembaga survei yang meminta hasil survei tak terburu-buru dipublis tersebut menyebutkan Farosil masuk katagori petahana, karena dipastikan akan menggunakan seluruh kekuatan Muklis untuk pemenangnannya.
“Mohon maaf, hasil survei ini sebenarnya jangan buru-buru dipublikasikan. Toh ini sebenarnya untuk kepentingan lembaga kami,” katanya.
Dijelaskan,  posisi Sujadi yang notabone petahana di Pringsewu adalah yang paling krusial. Pasalnya, hingga kini Sujadi belum bisa memastikan bisa ikut mencalonkan diri atau tidak, baik melalui jalur independen maupun parpol. “Pak Sujadi yang paling kritis. Sepertinya kalau independen gak siap, lewat parpol juga gak getol dalam membangun komunikasi. Jangan-jangan malah gak bisa nyalon,” urainya seraya menambahkan kalaupun bisa maju penantangnya relatif tangguh-tangguh.
Ditambahkan, untuk Khamamik sebagai petahana di Mesuji yang menurut sas – sus posisinya aman juga akan kesulitan menghadapi penantangnya, yang kini wakilnya, Ismail Ishak. “Memang untuk urusan parpol yang mengusung Pak Khamamik sudah aman. Tapi kekuatan penantangnya yang akan diusung PDIP tidak bisa dipandang sebelah mata,” imbuhnya.
Begitu juga, katanya, posisi Farosil di Lambar yang dipastikan akan mendapat sokongan ful dari seluruh kekuatan Bupati Muklis Basri. “Sementara posisi Pak Farosil ya berat. Penantangnya Pak Edi begitu kuat meringsek. Kalau fenomena ini terus-menerus, ya Pak Farosil berat,” tegasnya.
Sebelumnya, Sujadi mengaku akan mengambil keputusan menjelang pendaftaran ke KPU, baik parpol pengusung maupun calon wakil yang akan mendampinginya. “Saya mau istikaroh dulu, insya Allah keputusanya akan terbaik,” kata Sujadi pada suatu kesempatan.
Sementara, Budi Yuhanda, Ketua Tim Pemenangan Khamamik menjelaskan, posisi jagonya hingga kemarin sangat aman. Menurutnya, selain sudah cukup parpol yang akan mengususng juga elektabilitasnya terus naik. “Mudah-mudahan jago kami akan memang mudah. Kami sekarang sudah bicara pemenangn, bukan lagi soal perahu pencalonan atau pasangan wakilnya,” kata anggota DPRD Provinsi Lampung ini.
Ririn Kuswantari, calon Bupati Pringsewu yang disebut-sebut kandidat terkuat mengaku tak terlalu silau dengan sas sus tersebut. Ketua Komisi I DPRD Provinsi Lampung berterima kasih atas posisi dan peluangnya tersebut. “Ya Alhamdulillah atas semuanya. Terima kasih kepada masyrakat Pringsewu kalau elektabelitas saya tinggi. Saya bersyukur,” kata Ririn.
Ismail Ishak, sang penantang di Mesuji juga tak terlalu mempersoalkan soal hasilnya nanti. Menurut mantan Ketua Tim Pembentukan Kabupaten Mesuji itu, sebagai masyarakat Mesuji merasa terpanggil untuk mempercepat dan memperbaiki pembangunan di Mesuji.
“Makanya saya juga ingin didampingi tokoh Mesuji. Sementara ini ada dua kader PAN yakni Pak Matnur anggota DPRD Mesuji dan Mas Suprapto, anggota DPRD Provinsi Lampung,” kata Ismal.
Orang dekat Ismail menambahkan, komitmennya untuk mempercepat dan memperbaiki proses pembangunan Mesuji mendapat sempiti sejumlah kalangan. “Bersyukur Pak Mail dapat dukungan dari para pihak yang kami yakini akan mempermudah memenangi Pilkada,” katanya seraya mengisyaratkan belum lama ada simpatisan dan donatur yang memadai.  (sul)






Lagi, Hasil Survey Khamamik Masih Unggul

05.45

Khamamik

BANDARLAMPUNG – Langkah petahana Bupati Mesuji Khamamik untuk mempertahankan kursi empuk orang nomor satu di daerah itu nampaknya bakal berjalan mulus.Pasalnya, orang nomor satu di Mesuji ini masih tampak unggul di semua hasil lembaga survei dari bakal calon kepala daerah (balonkada) lainnya yang akan maju pilkada setempat, baik dari tingkat survei popularitas dan elektabilitas.Setelah sebelumnya lembaga survei Media Research Center dan Indopoling Network yang menyatakan Khamamik masih unggul dari calonkada lainnya. Kali ini giliran lembaga survei Saiful Mujani Research Center (SMRC) yang menyatakan Khamamik juga unggul dari calonkada lain. Berdasarkan data hasil survei berbagai simulasi, Khamamik secara presentase unggul rerata lebih dari 80 persen.Menanggapi hal tersebut, Tim Pemenangan Sohib Khamamik, Budi Yuhanda menanggapinya dengan santai. Menurutnya, hasil survei hanya sekedar rambu untuk Tim Shohib Khamamik untuk melakukan manuver langkah politik jelang pilkada Mesuji 2017 mendatang.“Kami tidak terlalu bergembira dengan hasil survei ini. Ini malah membuat motivasi kita untuk lebih fokus di lapangan untuk bekerja demi kemenangna pilkada Mesuji,” ujarnya melalui via ponsel, Minggu (25/7).Anggota Komisi II DPRD Lampung itu mengatakan, sebagai Tim Pemenangan Khamamik mengaku tak gentar dengan calonkada lainnya yang sudah banyak bermunculan.“Kita akan terus berjuang hingga pilkada berakhir. Dan siapapun lawan kami, kami sudah siap,” tukasnya.Terkait dukungan partai, sudah ada beberapa partai yang memberikan sinyal untuk mengusung Petahana Bupati Mesuji Khamamik untuk maju pilkada. Diantaranya Partai NasDem, Partai Golkar, PKS, PKB. Sementara unutk saat ini baru Partai NasDem yang telah mengeluarkan Surat Keputusan (SK) Rekomendasi untuk mengusung Khamamik sebagai cabup Mesuji. (cah)



Dewan Pertanyakan Penundaan Dana Sertifikasi Guru 2015

03.46
BANDARLAMPUNG-Keterlambatan pembayaran dana sertifikasi guru di lingkup Pemerintah Kota Bandarlampung sejak tahun 2015 berlanjut hingga tahun 2016. 
Para Guru yang belum mendapatkan dana sertifikasi sudah tidak tahan lantaran seringnya penundaan. 
Akhirnya mereka melaporkan dan meminta bantuan kepada Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandarlampung agar nasib periuk mereka bisa terang.
Ketua Posko Pengaduan Sertifikasi Guru/ Wakil Direktur LBH Bandar Lampung Chandra Muliawan mengatakan bahwa pihaknya sudah menyurati  Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Lampung yang isinya meminta BPK untuk mengaudit keuangan di lingkup Pemkot Bandarlampung yang berkaitan erat tentang dana sertifikasi guru.
"Sejak tanggal 17/7/2016 ada 58 guru tinggkat SMA Negeri yang sudah melaporkan belum menerima dana sertfikasi. Kami tidak tahu pasti berapa sebenarnya yang belum menerima, tapi baru 2 hari posko dibuka sudah sebanyak ini makanya kami segera tulis surat ke BPK RI," ujarnya, Selasa (19/7).
Pihaknya pun mempertanyakan alokasi dana sertifikasi guru yang ada di Bandarlampung terjadi keterlambatan pembayaran, sedangkan di daerah lain tidak ada. Sebab alokasi dana sertifikasi guru  sesuai Peraturan Menteri Keuangan Nomor 48/PMK.07/2016 tentang Pengelolaan Transfer ke Daerah dan Dana Desa, dimana berdasarkan ketentuan Pasal 80 ayat (1) dinyatakan bahwa penyaluran tunjangan profesi/sertifikasi guru dilakukan secara triwulan. "Artinya kan jelas bahwa dana itu peruntukannya sudah jelas. 
Jika ada pengalihan peruntukan dana tersebut diperkenankan dan/atau Pemerintah Kota Bandarlampung berwenang dalam hal demikian. Kalaupun pengalihan itu minimal diketahui oleh DPRD setempat," tuturnya.
Terpisah, Wakil Ketua Pansus LHP BKP RI TA 2015, Ernita Sidik mengapresiasi langkah Pemkot Bandarlampung yang telah mematuhi dan menjalankan rekomendasi BPK RI terkait keterlambatan pembayaran dana sertifikasi guru tahun 2015 yang dibayarkan tahun 2016.
Dimana dalam temuan itu, BPK mengatakan bahwa pemkot telah hutang belanja sebesar Rp 71,3 Miliar. Kendati demikian yang menjadi catatan pansus yakni keterlambatan ini harusnya tidak perlu terjadi berulang di tahun berikutnya.
"Alhamdulillah yang tahun 2015 sudah dibayar, tapi pokok persoalannya, kenapa terlambat sedangkan daerah lain tidak, dana sertifikasi itu kan dari pemerintah pusat yang ditransfer ke Kasda. Uangnya sudah ada, para guru sudah tanda tanga pencairan, tapi tidak terima uangnya, uangnya kemana," katanya.
Selain itu politisi partai Demokrat itupun meminta agar pencairan dana sertifikasi guru yang lakukan oleh pihak Bank dengan Badan Pengelola Keuangan Dan Aset Daerah (BPKAD) Pemerintahan Kota (Pemkot) Bandarlampung  agar dilakukan secara prosedural yakni by name by addres.
Terkait penundaan pembayaran dana sertifikasi guru yang menjadi temuan BPK RI TA 2015, dirinya mengaku belum mengetahui alasan dari pihak pemkot. "Saya belum tahu alasanya apa, karna kalau ada pengalihan anggaran tentu ada permintaan persetujuan secara resmi dari pemkot ke DPRD Bandarlampung dan setahu saya belum ada permintaan itu. Tapi kalau memang dana itu dialihkan peruntukkanya jelas itu salah secara administrasi dan kelembagaan," tegasnya yang diamini koleganya di Pansus, Yuhadi.
Sementara Walikota Bandarlampung Herman HN mengatakan bahwa terjadinya keterlambatan pembayaran dana sertifikasi guru kali ini lantaran adanya beberapa berkas guru baru yang layak menerima dana sertifikasi .
"Itukan dia terlambat dapat SK nya, boleh di cek dari SK Menteri Pendidikan  baru bulan Mei akhir ada juga bulan Juni. Enggak ada masalah," terangnya saat paripurna di DPRD Bandarlampung, (19/7). (tak)

Gerindra Galau Pilkada di Mesuji

00.16
Ist
BANDARLAMPUNG - Jelang pilkada Mesuji 2017 mendatang, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Lampung masih mempertimbangkan dua kandidat yang akan diusulkan ke DPP.

Meskipun Petahana Bupati Mesuji Khamamik diklaim masih memiliki tingkat elektabilitas dan popularitas yang cukup tinggi diantara kandidat lain, namun partai besutan Prabowo Subianto ini malah melirik kandidat lain.

Dua kandidat tersebut adalah Petahana Wakil Bupati Mesuji, Ismail Ishak dan Mantan Cabup Pilkada Mesuji 2012, Iskandar Maliki.

"Untuk Mesuji ada dua nama yang masih kita lihat, yakni Wakilnya Ismail Ishak dan cabup Mesuji lalu Iskandar Maliki," kata Ketua DPD Partai Gerindra Lampung, Gunadi Ibrahim melalui via ponsel, Rabu (20/7).

Menurutnya, dua nama tersebut hasil lapiran dan masukan dari kader dan pengurus DPC Gerindra Mesuji.

"Tapi, keduanya maupun saya belum bertemu secara langsung. Begitu pun Khamamik," ungkapnya.

Ia juga mengatakan, pihaknya tetap mengajukan kadernya untuk dapat digandeng dengan kandidat yang akan diusungnya maju pilkada Mesuji 2017 mendatang. Kader yang diajukan, yakni Ketua DPC Gerindra Mesuji, Dimas dan Ketua Fraksi Gerindra DPRD Mesuji, Dedy.

"Namun ini masih usulan, nanti keputusan tetap ditangan DPP," pungkasnya.

Sementara untuk Pringsewu, dirinya masih tetap memprioritaskan Ketua Perempuan Gerindra (Pira) Lampung, Ely Wahyuni.

"Kalau untuk tiga kabupaten lainnya semua sudah clear tinggal menunggu rekomendasi dari DPP," tukasnya.

Seperti untuk di Lampung Barat (Lambar), Partai Gerindra menjatuhkan dukungannya untuk pasangan Edy Irawan Arief - Ulul Azmi Soltiansyah. Di Tulang Bawang (Tuba) ke Hanan A. Razak - Heri Wardoyo (Handoyo). Dan di Tulang Bawang Barat (Tubaba) ke Umar Ahmad - Fauzi Hasan (Teruzi). (cah).

Genap Usia 36 Tahun, Gubernur Lampung Launching Buku Tentang Membangun Lampung

00.15
Foto Dok : Humas Pemprov Lampung
BANDARLAMPUNG-Perayaan  Hari Ulang Tahun Gubernur Lampung M.Ridho Ficardo ke-36 terasa berbeda. Kali ini bertepatan dengan hari jadinya diluncurkan Buku "Menuju Lampung Maju dan Sejahtera", di Mahan Agung Rumah Dinas Gubernur,  Rabu malam (20/7). Buku yang diinisiasi Biro Humas dan Protokol ini memuat berbagai program unggulan yang telah, sedang dan akan dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Lampung.

Dalam sambutannya Gubernur menyampaikan, berbagai kebijakan pembangunan tentunya harus dipublikasikan secara luas melalui berbagai media baik cetak, elektronik, online dan lain-lain. Sehingga masyarakat dapat mengetahui dan menilai tentang berbagai upaya dan terobosan Pemerintah Provinsi dalam membangun Provinsi Lampung yang maju dan sejahtera.


"Saat ini masyarakat banyak yang tidak mengetahui, apa yang telah, sedang dan akan dikerjakan oleh Pemerintah. Begitu pula dengan saya yang terus melakukan “lobi-lobi" ke Pemerintah Pusat dan pihak terkait untuk kelancaran berbagai pembangunan di Provinsi Lampung. Dengan adanya usaha tersebut, geliat pembangunan di Provinsi Lampung dapat terus dipacu. Sehingga pertumbuhan dan pembangunan di Provinsi Lampung dapat semakin baik dan meningkat.


Harus diakui, dalam usaha percepatan pembangunan di Provinsi Lampung, kita tidak bisa tinggal diam, menunggu serta mengandalkan bantuan dari pemerintah pusat, akan tetapi kita harus melakukan “jemput bola" agar estafet pembangunan dapat dilaksanakan di Provinsi Lampung," ujar Gubernur.

Berbagai upaya dan kerja keras tersebut, tentunya tidak semuanya terekspos oleh media. Alhamdulillah, atas “inisiasi" Biro Humas dan Protokol Provinsi Lampung dibuat Booklet berjudul Menuju Lampung Maju dan Sejahtera. Booklet tersebut, berisi Program Prioritas Pembangunan Pemerintah Provinsi Lampung di berbagai sektor kehidupan," terang Gubernur.


Gubernur berharap terbitnya Booklet dapat dijadikan sebagai bahan acuan pembangunan, pemerintahan dan kemasyarakatan di Provinsi Lampung. Selain itu sebagai referensi, informasi bagi masyarakat khususnya di Provinsi Lampung, tentang kinerja Pemerintah Provinsi dan prioritas pembangunan di Provinsi Lampung.


Gubernur juga mengajak kepada seluruh masyarakat untuk berperan aktif dan berpartisipasi dalam berbagai pembangunan di Provmsr Lampung sesuai dengan bidang tugas dan keahlian yang kita miliki. “Kalau bukan Kita siapa lagi dan kalau bukan sekarang kapan lagi'". Begitu pula, kepada SKPD terkait diharapkan dapat menyebarluaskan Booklet ini hingga tingkat desa di Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung. Sehingga informasi yang disampaikan dapat diketahui oleh masyarakat, " himbaunya.


Diterangkan Karo Humas dan Protokol Bayana, acara peluncuran buku dihadiri pula Wakil Gubernur, PLT. Sekda, Anggota Forkopimda, Staff Ahli Gubernur, Seluruh Asisten, Kepala Badan, Kepala Dinas, Kepala Biro di Lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung. Tokoh Masyarakat, Rektor Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta, Tokoh Agama, Tokoh Pemuda, Tokoh Adat, dan Insan Pers.
Melalui kesempatan tersebut juga secara simbolis dibagikan Booklet / Buku Menuju Lampung Maju & Sejahtera kepada perwakilan Media/ Insan Pers, APDESI, Babinsa, Babinkamtibmas, Tokoh Masyarakat. 


Dengan harapan informasi mengenai pembangunan di Provinsi Lampung, dapat sampai kepada masyarakat secara luas.  Acara juga dimeriahkan dengan penampilan Kesenian Tradisional, Paduan Suara, serta Stand Up Commedi Ney Wendi.(ris)